Dewan Pengurus Nasional (DPN) Apindo bekerjasama dengan Uni Eropa menyelenggarakan sosialisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) di Pontianak, Senin (2/7). Acara ini dihadiri tak kurang dari 260 pelaku usaha dari seluruh Indonesia. Sejumlah tokoh berbicara dalam forum ini, diantaranya Ketua Umum DPN Apindo Sofjan Wanandi, Wakil Ketua DPN Apindo Chris Kanter, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Julian Wilson, dan Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo.
Sofyan Wanandi dalam jumpa pers, kemarin, mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan CEPA sebagai inisiatif baru dalam penyegaran kembali hubungan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa. Meski sedang dilanda permasalahan ekonomi, Uni Eropa merupakan pasar terbesar di dunia dan menyumbang 20 persen dari PDB global.
Uni Eropa tercatat sebagai mitra dagang terbesar ketiga di Indonesia pada 2011 dengan nilai perdagangan mencapai lebih dari US$ 30 Miliar. Indonesia sendiri mengalami surplus perdagangan sebesar US$ 8 miliar pertahun. Tetapi nilai perdagangan antara Indonesia dengan Uni Eropa ini masih jauh di bawah Malaysia dan Singapura. “Perdagangan Uni Eropa ke Malaysia itu 3 kali lebih besar dari Indonesia. Sementara dengan Singapura 5 kali lebih besar. Padahal kedua negara ini jauh lebih kecil dari Indonesia,” ujar Sofjan.
Meski berjalan relatif sehat, hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa dinilai mengalami status quo yang menyebabkan kinerja rendah serta hilangnya berbagai peluang jangka panjang. “Kerjasama ini untuk memperbaiki hubungan ekonomi ini,” ujar Sofjan Wanandi.
Secara riil, kerjasama ini diharapkan akan mendorong perdagangan Indonesia dengan menciptakan tambahan sebesar US$ 9 miliar, terutama untuk industri ringan dan perlengkapan transportasi. Selain itu, kerjasama ini akan mendorong perekonomian Indonesia dengan menciptakan pendapatan domestik bruto tambahan sebesar US$ 6,3 miliar. Melalui investasi, Uni Eropa juga akan melakukan transfer teknologi kepada Indonesia.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Julian Wilson mengatakan dari sisi penyerapan tenaga kerja, sekarang setidaknya ada satu orang Indonesia yang bekerja pada perusahaan-perusahaan Uni Eropa dan masih akan bertambah dengan adanya kerjasama ini. “Setiap bangun pagi ada 1,1 juta warga Indonesia yang mendapatkan lapangan kerja,” ujar Wilson.
Ketika ditanya mengenai dampak krisis Eropa pada berbagai kerjasama perdagangan dengan Indonesia, Julian menyatakan bahwa masalah krisis keuangan di Eropa adalah masalah serius, tetapi mereka sudah memiliki obat yang pahit untuk mengatasinya. “Jadi tidak perlu kuatir soal perdagangan Uni Eropa dengan Indonesia. Ke depan masih akan tetap kuat,” ujar Julian. Dalam kunjungan ke Kalbar, Sofjan Wanandi mengatakan, Asosiasi Pengusaha Indonesia akan meminta berbagai masukan dari pemerintah dan kalangan usaha di daerah ini. “Kita optimis kerjasama akan memberi manfaat bagi daerah,” ujarnya.




